"Deeekkk... Bangunnn mau interview . Mbak, tolong bangunin Inri (nama gue dirumah)" Teriakan keras Ka Sisy dari bawah sambil meminta tolong si 'mbak' pekerja rumah tangga. Sebut saja, mbak Rini. Tok tok.. Suara ketukan halus di pintu kamar gue. "Tante, tan bangun.. Itu kata ibu mau viyuw viyuw". Terdengar suara ketukan pintu, samar samar di telinga gue. Sambil terkantuk kantuk, mata masih merem tidak kuat untuk membuka nya, meraba raba jalan dan mencari pintu kamar. "Yaa iyaa mbak Rin, duhh" Jawaban gue dengan suara serak melemah, membuka pintu. "Itu tante, kata ibu mau ada viyuw, viyuw?". "Hah? Viyuw? Viyuw apaan mbak?" Tanya balik gue ke mbak Rini dengan mata masih merem melek. Terdengar suara dari bawah tangga. "Nriii bangunn, interview gak??". Suara teriakan khas Ka Sisy dari bawah dengan luwes, tapi tegas. "Iyaa jadiiiiii... Nih otw kamar mandi". Dengan secepat kilat di langit. Gue l...
Komentar
Posting Komentar