ANAK MAGANG MENGENAL DUNIA KERJA#2
"Deeekkk... Bangunnn mau interview. Mbak, tolong bangunin Inri (nama gue dirumah)" Teriakan keras Ka Sisy dari bawah sambil meminta tolong si 'mbak' pekerja rumah tangga. Sebut saja, mbak Rini.
Tok tok.. Suara ketukan halus di pintu kamar gue. "Tante, tan bangun.. Itu kata ibu mau viyuw viyuw".
Terdengar suara ketukan pintu, samar samar di telinga gue. Sambil terkantuk kantuk, mata masih merem tidak kuat untuk membuka nya, meraba raba jalan dan mencari pintu kamar.
"Yaa iyaa mbak Rin, duhh" Jawaban gue dengan suara serak melemah, membuka pintu.
"Itu tante, kata ibu mau ada viyuw, viyuw?".
"Hah? Viyuw? Viyuw apaan mbak?" Tanya balik gue ke mbak Rini dengan mata masih merem melek.
Terdengar suara dari bawah tangga. "Nriii bangunn, interview gak??". Suara teriakan khas Ka Sisy dari bawah dengan luwes, tapi tegas.
"Iyaa jadiiiiii... Nih otw kamar mandi".
Dengan secepat kilat di langit. Gue lari kebelakang balkon jemuran mengambil handuk samping kamar mbak Rini, sambil membenarkan kata mbak Rini dari kejauahan.
"Bukan viyuw mbaaaak.. In.ter.view".
Pukul 08.10 Wib, Meja makan.
Situasi keadaan di meja makan penuh. Sebelah kiri, tempat sajian roti dan jam rasa strawberry . Di sebelah kanan khususnya tersaji makanan nasi. Menu nasi pagi ini, nasi goreng ayam suwir, telur ceplok, tempe goreng dan timun.
"Ka, kok belum jalan?" Tanya gue ke Ka Sisy yang sedang sibuk menyendokan nasi goreng di piring gue.
"Bareng kamu. Hari ini Bang Dim (suami ka Sisy) berangkat jam 6 mau ketemu client di mampang".
"Oh.. Gak kesiangan emang?"
"Enggak. Kamu nanti ketemu Arnika ya? Nanti tunggu aja di resepsionis, sekalian bilang mau ketemu Arnika".
"Ka Sisy, gak lewat resepsionis?".
"Gak. Beda gedung. Ka Sisy di Gedung Gravity".
"Ohh" Jawaban singkat gue, sambil menyantap nasi goreng ayam suwir dan telur ceplok buatan Ka Sisy.
Beruntung, gue sudah sedikit paham tempat kantor Ka Sisy. Karena sebelumnya, gue sering di ajak acara bazar di kantor Ka Sisy. Seringnya lagi suka jemput Ka Sisy, pulang kantor. Karena arah jalan ke kampus dan pulang kerumah searah jalan kantornya Ka Sisy.
Pukul 08.45 Wib, PT IND.
"Pagi Bu, saya Wulan mau interview buat Magang. Bertemu dengan Bu Arnika".
"Ohh mau magang ya? Di isi dulu mbak, buku tamu nya. Nanti tunggu di sebelah sana ya" Jawaban mbak resepsionis sambil menunjuk arah, pintu kaca sebelah kiri samping lift.
"Oh.. Makasih ya bu".
Memasuki ruang berkaca yang tertulis pada pintu 'Meeting Room 1'. Suasana ruangan itu, dingin banget, sunyi. Padahal ada orang lain juga yang sedang menunggu sekitar 8 orang. Dengan wajah malu, karna sudah ramai orang, gue duduk paling pinggir sebelah pintu.
Pukul 09.20 Wib. Ibu Arnika masuk, mengalungkan ID tertulis Arnika. Dan membawa beberapa lembar tumpukan kertas dan buku.
"CV nya sini boleh dikumpulin dulu". Perintah Ibu Arnika Hrd yang kemarin telepon gue. Selesainya semua mengumpulkan CV ke depan. Ibu Arnika ini, menjelaskan peraturan dalam menjawab soal essay, sambil membagikan kertas soal untuk di kerjakan selama 2 halaman. Mmm soal Essay nya tertulis hanya satu kalimat, tiap orang beda-beda. Kertas essay punya gue, tertulis soal nya, Tulis lah kisah pengalaman kamu saat mendapatkan pujian dari seseorang. Ibu Arnika, memberi waktu 10 menit. Dengan secepat harimau berlari tangan gue, mulai menulis dan menjawab sendirinya. Tanpa mikir, senemu aja gue dapat pujian seseorang.
Gak sadar, gue benar-benar menjawab 2 halaman. Melihat orang sekitar menjawab dengan seadanya. Pendek-pendek dan singkat dengan tulisan rapih. Punya gue acak-acakan, tulisan ceker ayam yang memanjang dan rapat-rapat.
Okay, gue kira sudah selesai ternyata masih ada soal lainnya. Soal psikotes yang banyak menjebak. Lagi lagi tanpa memikirkan matang matang.. Sebaca nya gue aja untuk menjawab soal psikotest, sebagian ada beberapa yang gak gue isi. Cukup lama memakan waktu 2 jam gue test psikotest dan lain-lain nya. Dan menunggu hasil nya pun lumayan lama juga. Huft.
Setelah, sekian menunggu lama bersama cacing-cacing di perut gue yang sudah mulai mention dan bergaduh ria. Pertanda minta makan. Lapeeer. Sudah kehabisan daya, keasikan nyender di tembok sambil memejamkan mata sejenak, terdengar suara panggilan nama gue."Wulan Ramadhan". Lagi, lagi masih bersama Ibu Arnika. Bergegas cepat beranjak dengan mata melek dan reflek penuh kejut gue menghampiri Ibu Arnika.
Tiba di ruangan, terlihat hanya ada seorang lelaki duduk terdiam di bangku paling depan baris pertama persis depan meja Ibu Arnika. Gue memilih, duduk di bangku belakang lelaki itu. Ya, bangku gue berada di baris ke 2. Bingung, yang lain pada kemana nih? Sudahlah. Mengalihkan rasa bingung gue, gue mencoba fokus pada penjelasan selanjutnya daei ibu Arnika.
"Wulan dan Rizki, ttd perjanjian kontrak, selama 3 bulan magang di PT IND". Penjelasan Ibu Arnika sambil menyodorkan surat perjanjian. Sempat bingung yang lain pada kemana?? Di luar sudah gak ada orang, karena nama gue terkhir di panggil. Dengan perasaan membingungkan tercampur aduk disertai lelahnya mengerjakan soal-soal psikotes tadi, dengan malasnya gue baca surat perjanjian. Okay! Deal, sign. Loh jadi dari 8 orang hanya gue dan Rizki yang terima di perusahaan ini, sebagai anak magang.
Gak lama Ibu Arnika, kembali membawa ID dua. Satu untuk Rizki, satu buat gue. Dan Ibu Arnika pun, mengajak kami berdua naik lift untuk menunjukan tempat kami bekerja. Dalam perjalanan menuju lift, gue membuka sebuag pertanyaan kepada Rizki.
"Eh lu kuliah di mana?" Pertanya langsung pada point nya. Hehe.
"Gue di Mercubuana, lu?" Pertanyaan balik dari Rizki.
"Oh.. Gue, UPN pondok labu. Jurusan apa lu?".
"Gue, Sistem Informasi. Lu?".
"Gue, komunikasi". Percakapan singkat atas pertanyaan feed back versi nanya muluk, beli kagaaak. Berakhir di depan pintu lift.
DING ! Pintu lift terbuka di lantai 3. "Rizki, kamu di sini ya tuh ikut sama Pak Radit. Wulan, kamu nanti lantai 4 sama saya. Ya, gue masih sama Ibu Arnika menuju lantai 4. Sempat sekilas melihat lambain tangan Rizki dan dengan berbicara isyarat tanpa suara, "Bye". "Bye" Gue balas dengan senyum manis kecil.
Tiba di lantai 4. Sebuah ruangan besar, dengan luas yang memanjang terisi beberapa baris meja kerja di skat terpisah. Melihat ruang sekitar perasaan grogi menguasai pikiran gue.
"Wulan mulai gabung aja yuk". Perempuan tinggi, dengan rambut sebahu menuntun arah ke meja kerja gue. Ternyata meja gue persis di samping dia. Setibanya gue di meja, gue langsung di briefing. Brefing nya begini :
"Wulan, kamu bergabung di tim Marketing Communication and Digital Media. Jadi gini, bisnis yang kita jalanin di PT IND adalah jasa internet Tv cable fiber optik. Target kita masih kalangan apartments dan Residance di Jakarta, Bandung dan Surabaya yang sebentar lagi, akan menyebar luas ke perumahan. Produk kita, namanya IGG by indos. Minggu depan kita, ada 4 tempat event sekaligus di apartment kemayoran. Langsung aja ya, kamu tolong cariin barang buat merchandise yang murah di google, di ig, atau dimana pun boleh. Saya tunggu ya sore ini."
Sebuah briefing yang membuat otak gue tertusuk seketika. Pusing nya yang paling juara untuk hari ini. Belum makan, belum sempet nih otak gue istirahat habis ngerjain essay dan psikotest tadi pagi. Rapuh, remuk, tumbang daya dan pikiran gue. Pikir gue tuh, hari ini interview doang dan perkenalan. Tapi ini malah langsunggggg gak pake lama, gak pake nunggu Limbad harus ngomong. Heemh. Mengeluh membuang napas sembarang kesal. Mulai hari ini, gue mulai bekerja.
Ketik. Hapus. Ketik. Hapus. Ketik. Hapus. Jemari pun mulai lelah. Kolom Google untuk searching masih kosong. Bingung mau nyari barang merchandise apa? Tak sabar ingin mensudahi hari ini, kali ini dengan kekuatan rubah betina sedang rindu. Sejadi jadi nya gue kerjakan. Jadilah merchandise berupa alat penyanggah hp, flash disk berbentuk gelang dan sebuah lanyard berwarna kuning bergambar minions lucu. Sengaja gue pilih kuning, karena kuning identik dengan PT IND ini.
Tepat, pukul 17.00 Wib waktunya jam pulang kantor. Dengan sigap nya gue membereskan barang-barang di meja gue. Suara getaran hp menggangu kesibukan gue saat membereskan barang di meja, hp terasa getar cukup lama berada di saku kiri gue. Mencoba mengabaikan, tapi perasaaan dan bisikan malaikat baik menyuruh gue untuk angkat telepon dulu. Gue keluarkan hp dari saku kiri, terlihat panggilan masuk dari Ka Sisy. Baru aja ingin menekan tombol hijau pada layar tak sabar ingin mengucap 'hallo'.
Namun, terdengar suara kejauhan memanggil gue, "Lan" menengok ke arah suara itu, lagi dan lagi si mba yang briefing gue tadi mengajak gue memasuki sebuah ruang meeting.
Ucap dalam batin dengan prasangka buruk. "Haduuuuhhh.. Tugas apalagi nih?? Yang merchandise baru kelar. Huft. Anak baru magang sehari gini, ga mungkinkan?!! Langsung di ajak meeting. Dengan sisa sisa ampas permasalahan sebelumnya. Sumpah, gue belum tahu apa-apa ini".
Gue reject panggilan masuk Ka Sisy, hp gue masukan kembali ke saku sebelah kiri gue. Dan gue pun masuk ke ruang meeting tersebut. Terlihat beberapa orang sudah duduk manis di hadapan meja meeting yang memanjang. Dengan perasaan bingung nan penuh prasangka buruk dalam pikiran gue atas dunia kerja untuk anak magang ialah, BABU YANG MULTITASKING.
Menundukan kepala di depan pintu sambil tersenyum sebelum masuk, adalah cara gue menyapa semuanya. Seperti biasanya, gue mengambil posisi bangku paling ujung dekat pintu masuk. Ada yang mengganjel di pikiran gue dari tadi, gue gak tahu nama si mbak yang briefing dan ngerocosin gue sampe menusuk otak dan berhasil membuat pusing 50 keliling.
"Maaf semua, gue mengambil waktu pulang kantor kalian. Ini gak akan lama 10 menit cukup untuk briefing sore ini. Kita punya anggota baru, di tim kita. Wulan sebagai anak magang di sini, selama 3 bulan. Mohon di bantu kerja sama nya ya".
Pembicaraan awal, untuk briefing sore ini memperkenalkan gue sebagai anggota baru di tim Marketing communication and Digital media. Dan memperkenalkan nama dan jobdesk pekerjaan di tim ini. Selain memperkenalkan, sebuah pengumunan yang bikin gue jatuh sejatuhnya orang lemah sudah kepalang emosi. Sebuah pengumuman kalau tim gue akan membuat Event minggu depan di apartment Darmawangsa Jakarta. Duh kebayang deh, pasti gue santapan santapan senior. Ini lagi hp di saku gue lagi dan lagi Hp gue kembali bergetar. Firasat gue sih ini Ka Sisy.
Gue fokus sama penjelasan sekilas ke papan layar depan sambil mencatat beberapa point tugas gue dan rangakaian susunan acara untuk event yang diadakan minggu depan. Suasana ruang meeting sedikit remang-ramang gak begitu terang, sorot lampu cahaya itu pun, hanya dari lampu pada 'infocus'. Disini sejuk dan wangi pengharum ruangan. Briefing terjadi tidak 10 menit, melainkan 30 menit. Itu karena, banyak perdebatan dan pertanyaan satu sama lain. Saling memberi solusi.
Tiba di parkiran kantor, gue telepon Ka Sisy. Seperti biasa, khawatir. Ocehan halus dengan niat menanyakan gue lagi dimana. Saat itu pukul 17.50 Wib. Setibanya di rumah, Ka Sisy menanyakan hari pertama gue bekerja.
"Gimana? Kerjanya. Nyaman gak?" Tanya Ka Sisy sambil sibuk dengan netbook nya.
"Mm saat ini, sih masih nyaman tapi agak cape karna habis test langsung kerja. Ya Masih beradaptasi aja sih". Jawaban gue sambil membuka jaket dan menaiki tangga. Sumpah demi puja kerang ajaib di bikini bottom, gue L. E. L. A. H. Hari ini, merupakan hari terlelah di hari-hari yang melelahkan. Ini hari pertama gue magang belum 3 bulan.
Ditunggu ya Part 3 nya. Mohon maaf bila terjadinya kesalahan kata. Masih ada cerita Babu yang multitasking!! Hahaha.
Misterius pengantar pizza, besok pukul 15.00 Wib akan gue update.
Thanks, for reading.
Link part 1 :
Komentar
Posting Komentar