BERDAMAI DI HATI NYA
Memiliki rasa baru, dan nuansa hati yang tenggelam dalam kenyamanan.
Terukir kisah dan nama, wahai pemilik hati sang penguatan.
Tetap di sisi, bersama alunan manis pada senyum mu, kini kebahagianku merasa damai.
Dalam hati berbisik, sungguh hati ku berdamai cinta bersamanya, saat ini.
Kisah puitis karya hati tentang nya, sebuah tentang seisi di hatinya.
Nyaman...
Sebuah tentangnya, ku rasakan.
Dan angin pun, datang menghiasi alam dalam kesejukan, puitis cinta hingganya tercipta.
Wahai pemilik hati beserta cinta nya yang damai dalam kenyamanan ku. Akan kah kau selalu bersama di sisi ku?
Seperti angin yang menghiasi alam tanpa menolak kedatangan nya, dan selalu datang menyejukan tentang parah nya luka lalu. Akan kah?
Kini, hatimu telah ku genggam, lamunan cinta rasa memiliki.
Mendekap, menggengam, memiliki. Semua rasa baru dan nuansa ingin berdamai, di hatinya.
Hatinya kian menetap,
Aku lah nuansa hati yang tenggelam dalam kenyamanan nya, yang kini kian menetap.
Terukir kisah dan nama, wahai pemilik hati sang penguatan.
Tetap di sisi, bersama alunan manis pada senyum mu, kini kebahagianku merasa damai.
Dalam hati berbisik, sungguh hati ku berdamai cinta bersamanya, saat ini.
Kisah puitis karya hati tentang nya, sebuah tentang seisi di hatinya.
Nyaman...
Sebuah tentangnya, ku rasakan.
Dan angin pun, datang menghiasi alam dalam kesejukan, puitis cinta hingganya tercipta.
Wahai pemilik hati beserta cinta nya yang damai dalam kenyamanan ku. Akan kah kau selalu bersama di sisi ku?
Seperti angin yang menghiasi alam tanpa menolak kedatangan nya, dan selalu datang menyejukan tentang parah nya luka lalu. Akan kah?
Kini, hatimu telah ku genggam, lamunan cinta rasa memiliki.
Mendekap, menggengam, memiliki. Semua rasa baru dan nuansa ingin berdamai, di hatinya.
Hatinya kian menetap,
Aku lah nuansa hati yang tenggelam dalam kenyamanan nya, yang kini kian menetap.
-Wulan R-
Lamunan cinta rasa memiliki, hati.
Komentar
Posting Komentar