MISTERIUS PENGANTAR PIZZA CHAPTER 2 "PESAN MASUK"

Suasana berubah menjadi histeris dalam kepanikan dengan penuh rasa takut di villa Blackpink. Ratna mencoba menghubungi kang Gugun si penjaga villa Blackpink ini, tetapi signal dan jaringan tidak mendukung. Kepanikan Ratna mulai meledak dan ditambah dengan suara teriakan teman-teman nya di villa.

"Senter.... Senter... Tolong flashlight nya !! di handphone.. keep calm guys. Luwi". Beberapa teman lainnya menerangkan dengan flashlight di handphone masing-masing. Dan Lala yang ditemani dengan Luwi mencoba berjalan perlahan kedepan untuk menemui kang Gugun di depan gerbang. Setibanya mereka di depan, sambil jalan perlahan dengan situasi gelap mereka memanggil kang Gugun. Lala dengan suara lantang yang penuh ketakutan,

"Kang,,,kang,,, kang guuuun. Kang gun ini listrik nya turun atau mati listrik dari PLN nya? Kang.. kang.. Disana ada gak Luw?". 

"Gak ada La, coba gue cari dibelakang pos".

"Ikut...! Mencar aja kenapa sih biar cepet ketemu Kang Gugun". Jawaban Luwi, penuh emosi melihat manja nya Lala sambil melihat sekitar dan melangkah pelahan penuh hati-hati dengan flashlight di handphone nya.

"Ikuuuttt... Luwi, tunggu ! Rrggh.. Yaudah ayo cepat sini". Sambil komat kamit mulut Luwi, Rese !
Tidak lama kemudian, tiba-tiba listrik sudah menyala kembali terdengar suara musik party kembali terdengar. 

Luwi dan Lala merasa lega dan tersenyum mereka pun kembali ke dalam villa. Seketika tiba di dalam, Ratna menanyakan tetang padamnya listrik ini. Luwi menjawab hanya saja ini adalah, mungkin padam listrik serentak daerah sekitar. Midnight party ini pun kembali have fun dengan musiknya dan berjalan dengan kembali. Btw, pizza nya mana ya?

DING ! Nada dering singkat berbunyi dari handphone Lala. 1 pesan masuk. "KAMU TIDAK BISA KEMANA MANA. INI HARUS DI BALAS DENGAN CINTA." (isi pesan masuk) Lala. Lala pun tekejut dan penuh tanya dan rasa penasarannya atas pesan masuk yang tidak jelas itu, tapi Lala mencoba menghiraukan nya, walau hati kecilnya masih penuh tanya, cemas dan sangat menginginkan apa tujuan dan maksut pesan itu? Dan siapa yang sms misterius ini? Dengan rasa ke ingintahuan nya, akhirnya Lala memutuskan mencoba membalas pesan misterius itu. "Siapa ya?".

Dengan sangat cepat nya si minsterius membalas. "INI CINTA ! KAMU HARUS TAU, INI CINTA YANG TIDAK TERBALAS CINTA HARUS DIBALAS DENGAN CINTA WALAU SAMPAI BERUJUNG DARAH KEMATIAN". Lala semakin ingin mengetahui siapa yang sms dengan ancaman misterius ini terhadapnya? Lala memutuskan untuk mengabaikan kembali pesan itu dan bergabung kembali bersama teman lain nya untuk menghindari rasa kecemasan atas sms anacaman tersebut, Lala kembali bersenang-senang dan menikmati musik seolah tidak terjadi adanya sms misterius yang menoror dirinya.

Kembalinya suara histeris lainnya. Argh...AAAAAKKK... Suara teriakan keras terdengar dari luar. Luwi, Ratna dan Berry lari keluar. 

"Ada apa???" Kata, Ratna. Dengan wajah penuh ekspresi membingungkan.

"Ada darah...!".

"Dimana?!!"

"Itu ! Di samping kolam ikan itu.."

Ratna mulai melihat arah kolam ikan yang ditunjuk oleh Ari temannya. Terlihat ada mayat manusia tertusuk dan tergeletak di pinggir kolam ikan depan villa dengan penuh darah. Ratna kaget, ketakutan sambil menangis histeris.

"Kang Guguuuuunnn...! Itu kang gugun tolong telepon polisi sekarang, tolong..!"
Luwi mencoba menelpon polisi dan sedangkan Berry pergi ke dalam untuk menenangkan teman-teman lainya. Luwi, "Halllooo.. Hallo pak... Hallo.."

💭💭💭

Suasana pun makin kacau dan menjadi mistis dengan adanya masalah pembunuhan kang Gugun ini. Sehingga membuat party berantakan dan terhenti. Tidak lama kemudian, listrik kembali mati dan signal pun hilang. "Sial ! hmm tenang tenang dulu ya.. Panggil dong Didi kek, Berry kek, atau yang lain kita angkat dulu nih kang Gugun ke dalam". Ucap Luwi yang berdiri di samping kolam hendak mencoba mengangkat perlahan. 

Dengan keadaaan listrik mati dan gelap, Ratna hendak lari masuk ke dalam menggunakan flashlight di Handphone nya untuk meminta bantuan kepada teman lainnya. 

"Berr.. Berrr... " Suara Ratna menjadi grogi dengan ketakutan. 

Berry, "iyaak iyaak kenapa nih sabar.. sabar ya coba pelan-pelan dulu sini ngomongnya. Gimana na kang Gugun??!! Gue lagi berusah menenangkan teman yang lain". 

"Sepertinya teman-teman kita yang lain ini udah tau kalo kang Gugun tewas. Lala takut banget tuh nangis dari tadi, tolong ya Na tenangin dulu". 

"Gue mau kedepan dulu bantuin Luwi".

"Hmm, tolong lu sama Didi angkat mayat kang Gugun ke kamar depan sini sama Luwi, Luwi udah nunggu di kolam ikan depan daritadi". Perintah, Ratna.

"Ok. Btw, Na si Didi mana ya?? Daritadi gak kelihatan gue telepon signal nya ampun-ampunan gak nyambung, gue chat juga gabisa. Tolong ketemu Didi langsung suruh ke depan". Teriakan Berry sambil lari ke depan teras villa.

Ratna hendak menghampiri Lala di samping pintu balkon belakang dekat kolam. Melihat keadaan Lala yang sedang menangis ketakutan itu, membuat Ratna sigap menenangkan hatinya dalam ketakutan. 

"Gue pengen pulang Na.. Gue pengen pulang...". Suara isak kecil tangis Lala. Ratna menenangkan Lala, 

"Iya iya kita pulang kok La, sebentar lagi ya kita pulang". Pelukan Ratna yang mencoba menenangkan ketakutan Lala.

DING ! Kini suara pesan masuk dari handphone Ratna. "SANG RATU KINI TIDAKLAH KEKAL. SAYA TAU KAMU." Kini sekarang Ratna yang mendapatkan pesan misterius. Ratna tidak terlalu memikirkan pesan yang tidak masuk akal itu dan menghiraukan nya. Ratna selalu mencoba fokus tetap menenagkan hati Lala sahabatnya yang sedang menangis ketakutan. Seketika tanpa disengaja, Lala melihat adanya kotak pizza besar yang berhamburan kepala ayam dan darah busuk terjatuh di bawah meja makan. Lala teriak dan menangis melihat kepala ayam dengan darah busuk itu.

Next chapter dengan secepatnya kilat di langit, gue akan update kembali. Terima kasih sudah membaca blog gue ini. Mohon maaf, bila terjadinya kesahalan kata atau lain hal.

Sebagai penulis junior di blog, kritik dan saran nya gue selalu tunggu. Hehe.

Makasih ya.

Link Chapter 1
MISTERIUS PENGANTAR PIZZA CHAPTER 1 "MIDNIGHT PARTY"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL YANG SULIT #PART 2

Film ; Kucing #3

Film ; Bicara rindu tak murah #5