HOLIDAYS GOKS DI YOGS (MENGGILA DI YOGYAKARTA)

Surat Permohonan Cuti, tertulis dengan semangat juang bahagia. Tiga hari gue mengambil cuti, lanjut bergegas kiat menggebu. Surat permohonan cuti berakhir manis, selembar kertas telah di approve oleh atasan. Dengan senang hati, akhirnyaaaaa... "HOLIDAAAAAAY. GUE HOLIDAY GUYS". Sesekali ku pandang selebar kertas tipis berwarna merah jambu yang bertandatangan ini, bahwa gue beneran akan kabur berlibur ke Yogyakarta. Hehe.

Berkunjung ke sebuah kota Yogyakarta atau disebut dengan Jogja ini, merupakan sebuah kota yang hangat dengan suasana budaya dan alam yang indah. Mempunyai begitu banyak tempat berbagai macam wisata bersejarah dan menarik. Ucapan kata halus dalam budaya bahasa terdengar ramah dan santun membuat ciri khas kota Jogja ini.

Location : Prambanan, Jogja / Photo by Wigis

Well.. Masalah cuti dan pekerjaan lain hal yang berbau website, tugas, meeting dan deadline sudah terlewati. Kini saat nya, kini tiba nya gue kabur berlibur sekaligus menggila di Jogja tanpa memikirkan hal lainnya tentang kantor dan pekerjaan. Gue, kabur libur menggila di Jogja bersama ketiga kawan gue. Masalah tiket kereta, penginapan sudah aman terkendali. Sampai rangakain berbagai kunjungan wisata pun sudah Ter-planning oleh kami.

Stasiun Pasar Senen, Pukul 09.00 Wib. 

Bergegas rasa tak sabar ingin cepat sampai di kota Jogja. Perasaan gue sungguh gelisah, namun excited. Gue kasih tau dua rahasia tentang gue. 

Yap! Rahasia yang pertama ini adalah, trip pertama kalinya gue naik kereta KAI jarak jauh. Karena biasanya gue, naik kereta KRL jabodetabek saja saat ingin bekerja. Dan rahasia yang kedua ini, merupakan perjalanan pertama kalinya, gue berkunjung kabur berlibur ke kota Jogja. Haha. Betapa super excited nya gue.

Setibanya gue di stasiun yang super crowded ini, membawa koper dan sekantong cemilan ringan menimbulkan suatu hal bodoh yang terpikir, dalam diri. Hal bodoh dalam situasi keramaian di Stasiun Pasar Senen malam hari. Yaitu, "Gelisah". Sifat kegelisahan di keramaian. Haha hal bodoh yang gak akan pernah masuk akal inilah, yang gue rasakan. Enggak tau kenapa, gue paling gak bisa ditempat keramain. 

Kadang, saking merasa gelisahnya gue, bisa-bisa gue akan berubah menjadi siluman Maleficent. Haha. Menjadi merasa emosi tersendiri yang ga jelas. Saat itulah gue gak suka keramaian banyak orang. 

Memasuki, gerbong kereta pilihan pada nomer bangku yang tertera di tiket. Gue naik kereta progo, kelas ekonomi. Dari Stasiun Senen, gue berangkat bersama seorang teman. Kedua teman lainnya sudah dua hari sebelumnya tiba di Jogja.

Ya.. Berhubung gue ada urusan dan lain hal pekerjaan yang harus gue kerjakan terlebih dahulu. Selain urusan pekerjaan dan lain hal, ada juga beberapa problems super drama dan kejanggalan dalam rencana saat trip ke Jogja ini. Namun, beberapa dari proses, solusi demi solusi pun terselesaikan.

Location : Pinus Jogja / Photo by Wigis.
Hari pertama setibanya gue di Jogja. Cukup memerlukan waktu kurang lebih, hingga 8 jam. Kala itu kami tiba pagi hari, gue dan teman tiba di sebuah penginapan yang cukup besar. Namun, harga sangat cocok untuk seukuran kami yang hanya karyawan kantoran biasa. Harga pas ! Di dompet. Hehe. Karena penginapan bukanlah segalanya yang terpenting adalah, kulineeeerrr dan berkunjung wisata alam di Jogja.

Hari pertama kami di Jogja pun, berkunjung ke sebuah alam. Disana banyak beberapa pepohon tumbuh tinggi yang indah, disambut dengan tipis nya kabut cuaca dan di himpitnya, dengan sekitar pemandangan bukit dan beberapa bunga warna dan warni yang bermekeran tumbuh cantik disini.

Alam nya sejuk, cuaca yang sedikit gerimis seolah menjadi perfect timing yang menemani di alam sekitar pinus jogja ini. Mari kita mulai, pertempuran memburu spot-spot yang bagus dan mengabadikan gambar dalam suasana yang asri dan sejuk ini. Seperti biasa jeprat-jepret camera is on. Hehe.


Loc : The World Landmarks / Photo by Wigis
 Menikamati pemandang pinus jogja, kami pun teralutnya oleh waktu. Sehingga cacing di perut sudah ikut menggila. LAPER. Kami, pun mencari makan di sekitar nya wisata Pinus Jogja. And next trip we were going to The World Landmarks. Sebuah tempat wisata alam terbuka dengan banyaknya beberapa replika bangunan keajaiban dunia.Tempat nya sangat cocok, yang rindu akan suasana di luar negeri. Seperti, Menara Eifel, Telepon Umum big bean London, Kincir raksaksa Belanda dll. Wisata The World Landmarks ini, sangat cocok saat berkunjung bersama keluarga.

Lanjuut. Lagi dan lagi camera is on. Sesi jeprat jepret kembali terulang. Sebagai penikmat pemandangan wisata alam, gue sangat sibuk foto-foto di sekitar. Sampai ketiga teman gue, gue jadikan objek. Hehe. Gilairan mau in frame, teman lainnya gue suruh fotoin hasil sangat tidak memuaskan. Burem dan seada adanya. Haha karena ketiga teman gue asal jepret dan meleset pada spot alam. Haha nasib, gak begitu banyak foto pribadi saat gue berlibur di Jogja. Melainkan banyak foto spot alam dengan sebagai objek teman gue saja. 

Location Malioboro / Wefie
Malam hari nya kami menggila di Malioboro. Malioboro merupakan salah satu ikon istimewa di Jogja. Sebuah tempat istimewa dari kota jogja "Shopping Street". Malam kami bekunjung, mendengar cerita sebelumnya dari teman lainnya yang sudah pernah ke kota Jogja, mitosnya akan selalu rindu dengan suasana Jogja dan ingin rasa nya kembali lagi. Hmm.. Sebuah mitos merubah seketika segalanya, menjadi fakta semata yang gue rasakan. Benar-benar ingin rasanya kembali ke Jogja dan menetap, masih banyak beberapa kuliner yang kami belum cicipi.

Kami pun, akhirnya memburu beberapa oleh-oleh dari Malioboro. Dan menikmati seporsi kuliner sate ayam kulit yang di bakar dengan setengah matang dan lontong yang di bumbui kacang yang mengental sambil menikmati suasana malam di Malioboro. Yang paling terhanyut suasana, di jalan Malioboro ini adanya suasana live music dari performance karya musisi anak muda di Malioboro. Saat itu, terasa nikmat suasana malam yang ditemani musik halus bernostalgia karya Sheila on 7 yang seiring di nyanyikan dari musisi anak muda. Merdu dan terhanyut alusnya lantunan musik. Duduk bersama teman yang menyenangkan pula, sambil menikmati minuman orange water botol kemasan. Crowded, everybody sing a long. Haha. 

Satu yang harus benar-benar wajib mencicipi masakan kuliner yang terkenal di kota Gudeg ini, yaituuuu,, "GUDEG YU DJUM". Seriusss, demi puja kerang ajaib di bikin bottom, ini gudeg terenak di Indonesia versi lidah gue. Gudeg paling GOKS di Jogja ini, membuat kita ingin kembali ke kota ini selain tempat dan wisatanya. Gudeg Yu Djum ini, sedikit agak basah dengan teksturnya lunak merata dan sangat lembut ditambah telur yang gurih manis ini, sangat cocok ketika saat bersamaan dimakan dengan sayur nangka nya yang begitu lembut. 

Gudeg yu Djum / Photo by Wigis
 Di Gudeg Yu Djum ada beberapa menu tambahan nya. Seperti, Nasi gudeg + dada ayam ada yang Paha ayam, sayap dll. Gudeg ini manis, tap ketika sudah dikunyah didalam rasa gurihnya keluar. Sehingga tercampur menjadi manis dan gurihnya rempah yang sudah menyerap di dalam nangka tersebut, selera yang pas untuk lidah gue yang tidak suka pedas. Jangan khawatir untuk yang menyukai pedas gudeg yu djum ini, juga adanya krecek lembut dengan rasanya yang pedas. 

Jadi, buat yang suka pedas bisa di aduk campur dengan rata oleh krecek. Sehingga akan ada terasa pedas-pedas nya. Gue pribadi, tidak makan dengan kreceknya. Mengingat kembali, semua ini hanyalah masalah sebuah keseleraan suka pedas atau tidak suka. Yang harus dipastikan bahwa, Gudeg Yu Djum lah yang paling GOKS di kota istimewa ini, Jogja. Duh ngetik gudeg yu djum membayangkan nya saja gue sudah ngiler. Perkata tiap kata gue menelan air liur ini. Hmm..

Next days.

Trip selanjutnya kami menggila hura-hura ke candi Prambanan. Prambanan salah satu tujuan gue untuk berfoto di sebuah candi di Jogja. Kami berkesempatan ke candi Prambanan, dari penginapan kami tidak begitu terlalu jauh. Perjalanan dengan cuaca yang tak begitu bersahabat. Hujan. Sangat di sayangkan namun, tidak memekan waktu yang lama cuaca kembali bersahabat sedikit. Lagi dan lagi camera is on. Hehe. 

Beberapa candi di Prambanan, kami mengelilingi nya dan mengabadikan beberapa foto di dalam. Sedikit menghiasi pemandangan di candi Prambanan dengan adanya warna dan warni pada payung-payung yang digunakan orang sekitar.

Beruntung memiliki teman super pengertian dalam hal berlibur seperti ini, dengan memiliki hati tentang kesetian dan cekatakan atas masalah yang dihadapi, selalu memberi solusi yang tidak termakan oleh keribetan dan rintangan. Kami pun, berjalan dengan sesuai rencana. Walaupun ada beberapa tempat wisata yang tidak tercapai dalam list kami, karena terhambatnya waktu dan cuaca. Sebuah plan yang tersusun dengan catatan list yang  kami susun terlebih dahulu, demi kelancaran nya saat kami berlibur ke Jogja ini. So far so good, feel so happy. Itulah merupakan salah satu tips, saat kita hendak ingin berlibur. Siapkan terlebih dahulu dalam list dan catatan yang merupakan tentang tempat dan waktu yang di susun rapi terlebih dahulu.

Loc : Gumuk Pasir / Photo by Wigis
 And next trip, kami berkunjung ke sebuah wisata Taman Sari dan Gumuk Pasir. Last destination, kami super padat. Demi mengaturnya sebuah waktu, demi pula mengejar waktu untuk kembali pulang. Karena kereta kami, di jam sore. Kami memadatkan waktu. Bagi kami, saat berlibur di Jogja waktu adalah sebuah peluang yang tidak boleh di siasiakan sedikit pun. 

Gumuk Pasir, Jogja. Pukul 07.00 Wib

Setibanya kami di Gumuk pasir, sebuah tempat wisata terbuka dengan sedikit suasana sunrise  yang terlihat beberapa tumpuk pasir pantai yang membentuk bukit yang hampir sedikit mirip dengan gurun sahara ini, sangat cocok untuk anak Instagramable ! Hehe. Tapi, bagi gue sebagai anak Twitter.. Hm, melihat nya biasa saja. Haha.. Seperti biasa, tidak lain tidak bukan. Camera is on jeprat jepret dimulai. Lagi dan lagi teman gue jadikan sebagai objek. "Lan Laaan foto-foto Lan disini". Terkontrak sudah selama tiga hari gue menjadi tukang foto pribadi ketiga teman gue ini. 

Sekalinya perjalanan dengan searah nya pulang dari penginapan, kami mampir ke wisata terakhir yaitu Taman Sari. Sebuah tempat dengan bangunan nya yang begitu klasik menyimpan banyak cerita sejarah di dalamnya. Kami seperti biasanya untuk berfoto-foto. Di Taman Sari ramai sekali pengunjung. Tidak seperti tempat wisata lainnya yang kami kunjungi. Saking ramai nya, mau mengambil tempat untuk berfoto banyak orang disekitarnya. Padat.

Dari semua tempat wisata yang kami kunjungi. Cuma satu tempat yang paling gue suka yaitu, Pinus Jogja. Pinus Jogja suasana nya sejuk, pemandangan nya bagus di penuhi pepohonan besar yang tingi-tinggi. Dan satu lagi, Gudeg Yu Djum paling goks di Jogja. Selain bakpia aneka kue kering dengan berbagai macam rasa , ada juga bakpia kukus. Saran dari gue, kalau bloggers berkunjung ke Jogja mending beli Bakpia kukus tugu Jogja yang banyak itu enak sekali dan Gudeg Yu Djum pastinya.

Sekian cerita gue kabur belibur ke Jogja ini. Kalo di ceritain mendetail satu persatu ke gokilan kami di Jogja , bisa lebaran ini, baru kelar. Hehehe.

Mohon Maaf, bila ada salah kata dan lain hal. Terima kasih yang sudah membaca dan Teman gue yang selalu gue jadikan sebagai objek tanpa sepengetahuan nya 😊

Sampai ketemu di cerita trip gue berlibur selanjutnya. Berikut di bawah ini, gue publish beberapa foto kami menggila di Jogja :

Loc : Pinus Jogja / Photo by Wigis

Loc : Pinus Jogja / Photo by Wigis

Loc : TWL / Photo by Wigis

Loc : TWL / Photo by Anis

Loc : TWL / Photo by Kisha

Loc : TWL  / Photo by Wigis

Loc : Gumuk Pasir / Photo by Kisha

Loc : Prambanan / Photo by Istimewa

Loc : Taman Sari / Photo by Istimewa

Loc : Gumuk Pasir / Photo by Wigis

Loc : Gumuk Pasir / Photo by Wigis


Loc : Gumuk Pasir / Photo by Wigis

Loc : TWL  / Photo by Wigis / Hi paris, apa kabar? 







Loc : TWL / Photo by Wigis

Loc : Gudeg Yu Djum / Photo by Wigis
Loc : Pinus TWL  / Photo by Wigis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL YANG SULIT #PART 2

Film ; Kucing #3

Film ; Bicara rindu tak murah #5