MISTERIUS PENGANTAR PIZZA CHAPTER 4 "DETECTIVE LALA #1"
Villa Blackpink,
pukul 02.05 Wib.
Setibanya Julie dan Nadias di villa blackpink dengan membawa 5 kotak besar
pizza. Yah.. kita datang saat moment yang pas nih Jul. Listrik mati, Didi
gabisa di hubungin, signal hilang. Udah yuk kita masuk aja Didi udah nunggu
pizza nya. Kedatangan duo ratu bigos ini di villa blackpink menambahkan suasana
menjadi buruk dalam suasana, atau menjadi lebih baik?
Suara pagar tua yang sudah agak rapuh dengan karatan, bunyi
goresan pagar besi, membuat Nadia menjadi takut saat Julie membuka pagar tua
berwarna putih yang sudah berkaratan itu. "Ini villa kosong atau gimana ya? Luas
banget nih hutan untuk masuk ke arah pagar utama villa nya". Sambil membawa senter
kecil berjalan perlahan. Nadias yang penuh Tanya. "Bener kan ini alamat nya Jul?".
"Kok gue ragu ya?"
"Yaa benar lah.. tuh liat
Villa Blackpink, Jalan Masih Panjang
No 5". Jawaban sinis dari Julie sambil menyenterkan ke arah papan nama villa yang berada di depan
gerbang.
"Jul gue takut. Bawa mobil aja yuk ke dalam". Tangan Nadias memegang
pundak belakang Julie. Udah gak apa-apa kita jalan aja.
Melihat situasi sekitar kiri dan kanan banyak alang-alang rumput yang tumbuh tinggi, suara jangkrik terdengar
berirama, pohon-pohon tua yang tinggi, dengan jalan setapak menyelimuti suasana
gelap menuju pintu gerbang villa blackpink.
"Jul.. Oh Jul.. kita telepon Didi
aja ya, biar dia yang jemput".
"Apasih.. Nad
diem kenapa sih?!!". Jawaban sewot mulai terdengar dari Julie.
"Duh. Susah
tau Jul jalan nya, banyak
nyamuk lagi nih". Nadias yang
takut dan manja membuat jengkel Julie.
Setibanya Julie dan
Nadias di gerbang utama villa blackpink.
Terdengar suara teriak histeris dari dalam villa blackpink. Julie menarik
tangan Nadias dengan cepat, untuk bersembunyi di balik pos kecil depan gerbang
utama. Pos kecil, dengan kisah lama tempat Kang Gugun berjaga dan beristirahat
dengan musik klasik di radio nya membuat kenikmatan yang khas dalam perasaan
Kang Gugun. Situasi pun mulai berantakan dan bertambahnya misteri dengan terjadinya tragedi malam ini, di villa blackpink. Nadia membuka tas kecil nya, untuk mengambil handphone segera
menghubungi polisi, namun sia sia signal hilang seketika. "Jul... Julie.." lagi-lagi Suara
Nadias yang manja ketakutan namun kecil dan berbisik memanggil Julie.
Pintu Basement Villa Blackpink, pukul 02.40 Wib.
"AAARRRRKKKHHH...!!!
Luwiiiii.. Luwiiii". Suara teriakan histeris Berry yang membuat situasi
semakin panas dengan larutnya misteri pembunuhan di villa blackpink ini. "Luwii.. Didi, Didi..." Suara histeris Berry
memanggil Luwi. Dengan cepat Berry dan
masuk ke dalam menemui Luwi.
"Ya ya kenapa? Kenapa?"
"Didi.. Didi Luw.." Berry
sambil menunjuk arah luar.
"Iya Didi kenapa? Kenapa?".
"DIDI MATI.. MATI DI TUSUK,
ITU ADA PISAU NYA". Suara terbatah, kesedihan dari Berry.
Luwi dengan tatap
mata kosong dan kehilangan seketika, terdiam seolah dengan rasa kesedihan yang mendalam dan begitu
kehilangan teman seperjuangannya. Namun, Luwi tipe orang yang tidak mudah
percaya dengan seseorang, sebelum melihat nya sendiri. Berjalan dengan ragu,
Luwi hendak terburu menuju depan pintu garasi. Berry yang lemah dan duduk
sambil menunduk dan merenung, kini mulai perlahan mentes air mata membuat ia makin
terpuruk, dan sedih.Luwi bergegas memastikan keadaan diluar.
Melihat Didi suadah
tidak ada, membuat Luwi makin tercampur perasaan emosional kesal dan terpuruk.
Luwi makin bertekad untuk menemukan misteris pembunuhan ini. Isak tangis Berry
yang tak henti membuat Ratna dan teman-teaman lain turun melihat keadaan, dengan
kondisi yang terjadi. setibanya, mereka terlihat Didi yang sudah tidak ada,
dengan kondisi penuh darah membuat
suasana menjadi menagis ketakutan yang tak berujung dengan keselamatan. Harapan
yang penuh dengan keyakinan bahwa kita, murid SMA THJ ini dapat pulang dengan
mencari jalan keluar bersama dalam keaadaan selamat. Didi di bawa masuk ke
dalam kamar depan, bersamaan mayat Gugun.
Usul Ratna.
Lala melihat semua ini, dengan terjadinya perpecahan, misteri
pembunuhan ini semenjak pesan masuk yang misterius bersamaan nya dengan lelaki
sang misterius pengantar pizza. "Guys !
kita mesti bikin strategi, tolong semuanya jangan berpisah atau mencar jauh ya. Kita
harus selalu bersama". Pesan Lala.
Lala mulai berfikir,
tentang ini semua. Sambil berfikir positif dan menghilangkan rasa takut nya,
Lala mengambil pisau yang berbekas darah tusukan dari perut Didi. Ia mengambil
pisau tersebut yang di balut dengan daun dan disimpan ke dalam tas. Lala,
sambil melihat ke arah sekitar. Apa maksut dan tujuan Lala, dengan tiba-tiba
mengambil pisau tersebut?
"Guys... Kita omongin
ini semua di atas, ruang tengah". Teriakan Ratna sambil menunjuk arah dengan
cahaya senter kecilnya.
"La.. Ayo".
"Eh Na sini deh, itu dekat pos Kang Gugun ada
cahaya handphone kayanya". Lala pun, melihat ke arah pos Kang gugun sambil berteriak, "HI
SIAPA DISITU?" Dengan senter nya Ratna pun, mulai mendekat.
"Nadiaaaassssss. Nadias
disini, sama Julie". Nadias berdiri dengan lambaian saputangan.
"Sstttt !! Bego
lu Nad.. tunggu dulu". Julie menarik baju Nadias untuk bersembunyi lagi.
"Hah??!
Nadias?". Lala bingung, dan melihat Ratna.
"SINI MASUK !" teriakan Ratna mengarah
pos kecil.
"Eh Jul, Ayo kita masuk.. Gue pengen masuk ah, banyak nyamuk, gue
takut Jul".
"MAU NGAPAIN DISITU?? DARITADI EMANG DISITU?". Sautan keras Ratna. "Kita
samper aja yuk La".
"Mau bikin ulah apa lagi dia?!! Dalam keadaan begini". Protes Lala.
Ratna dan Lala
berjalan perlahan menuju mereka. Suasana dingin nya malam di himpit dengan
suara jangkrik menuju depan gerbang utama pos kecil. "Hi guys.... hehe". Cengir menyes Julie dengan penuh panik dalam
sapaan nya ke Ratna dan Lala.
"Nih kita bawa Pizza pesenan Didi". Julie menunjukan
kotak pizza ke Lala. Lala mulai menunjukan kecurigaan nya dalam hati.
"Oh ya?? Gue
pesan Pizza kan delivery Jul, kok ada
di Lu?"
"Ooh.. Tadi sih, Didi kontak gue suruh ambil delivery pizza mania. Yaa..
kita sih, sekalian lewat aja ya Nad Kita ambil sekalian".
"Iya kita sekalian
lewat". Sautan jawaban menyambar dari Nadias. "Ganti lo duit kita nih ngambil ini. Norak banget
sih delivery aja pake cash segala. Nih pizza nya". Jawab Nadias yang penuh sewot begitu
nyolot ke Lala sambil mengasih 3 kotak Pizza.
"Heh !! kita gak nyuruh lu
ya.. Lagi siapa suruh ngambil pizza ini". Kekesalan Ratna melihat tingkah
duo bigos itu.
"Sudah-sudah, sini deh
pizza nya makasih ya Jul, udah di ambilin nanti gue bayar. Btw, lu kebetulan
lewat depan pizza mania atau mau kesini?" Tanya Lala.
"Yaaa kita sih di ajak
Didi, suruh dateng. Yakan Nad ! Cuma kita males, mau gak mau jadi baru dateng.
Mana tuh si kupret culun Didi???!!". Julie yang sinis sambil mengipas-ngipas.
"Yaudah-yaudah ayo, kita masuk dulu. Ada yang mau gue tanyain". Ajakan Lala yang
tidak sabar untuk menanyakan beberapa pertanyaan ke Julie dan Nadias.
ðŸ’ðŸ’ðŸ’
Lantai 2, Villa Blackpink.
"Ratna berbisik, La
kok lu ajak masuk sih nih pada ratu bigos kampungan".
"Sstt udah diem. Gue punya
strategi dari sebuah pertanyaan sama mereka ber dua".
Luwi yang masih terdiam di
samping Berry terlihat masih murung yang myedihkan teman nya Didi, dan penuh emosi atas misterius
pengantar pizza itu. "Guys.. guys kita
tetap tenang ya disini. Gue udah berfikir kalo lelaki misterius itu gak akan
berani kalo kita bersama sama. Pokoknya
tidak ada, yang boleh mencar-mencar sendiri. Kita harus berkelompok, bekerja
sama untuk mencari jalan keluar sama-sama". Sebuah peraturan namun mempunyai strategi dalam pemecahan misterius ini dari Lala.
"Ya.. cara nya
gimana??? Kita ini, semua hanya ingin pulang. Pulang !!".
"Ya kita mau pulang
La.. Gue takut, tolong keluarin kita sekarang !! Teman-teman kita pada satu
persatu !! kita gak mau mati juga".
"Ya kita ingin pulang !". Saut menyaut atas keinginan untuk pulang terhadap teman-teman yang semakin kacau. Nadias
melihat teman-teman lain. Sekelompok teman lainnya mengambil keputasan sepihak,
yang ingin nekat turun ke bawah dan ingin pulang sekarang juga.
Nadias pun bingung melihat yang lain ketakutan. Luwi dan Berry
sudah tidak berdaya, dengan keadaan yang semakin rumit dalam misterius di tempat
ini. "Guys.. Kita harus sabar sedikit
!!! Hei... Guys.. Rani !! Bambang
hei...!!". Suara Ratna berteriak gema dari lantai dua. Bambang dan sekelompok
teman lainnya turun bersama dengan keegoisan nya mereka pun keluar meninggalkan
villa blackpink. Kini di lantai dua
villa blackpink, hanya 10 orang
diantaranya, Luwi, Berry, Ratna, Lala, Julie, Nadias, Juno, Vidi, Arya dan Velly.
"Kita harus
gimana?!!". Ratna seoalah jalan perlahan,
dengan rasa cemas nya membuat bingung
jalan mondar-mandir sambil menggigit gigit kukunya. Sedangkan, Lala yang terdiam duduk sedang memutarkan
otak nya untuk lebih berfikir tenang agar mendapatkan cara menangkap lelaki misterius
ini. Beberapa menit pun berlalu, tepat pukul 03.00 Wib akhirnya Lala memutuskan
untuk membuat kelompok di bagi menjadi dua kelompok dikarenakan senter hanya
ada dua. Dengan kertas, pulpen dan coretan gambar skema dari Lala menjelaskan :
Lala, Luwi, Julie,
Arya dan Velly menjadi “team pizza”
yang bertugas secara teknis mencari jejak, bukti dan alat apapun yang
tertinggal milik lelaki misterius ini. Sedangkan, Ratna, Nadias, Vidi, Juno dan
Berry berada di “team mania” yang
bertugas dengan mencegah pelaku diarea tengah dan luar sebagai pagar keamanan
dengan mengawasi adanya langkah gerak gerik lelaki misterius sambil mencari
cari signal diluar agar bisa
komunikasi ke luar.
Semua tugas dari
kelompok pun sudah terbagi masing-masing. Nadias dengan protesnya yang sangat menjibir
itu menanyakan, kenapa kita harus ikut aturan? Didi kemana? Yang lain kenapa
pada misah gini? Dan akhirnya, sebuah penjelasan Ratna terhadap Julie dan Nadia bahwa pesta midnight party ini sudah kacau dan sangat
tragis penuh misteri dengan pembunuhan berantai terhadap teman-teman kita.
Semua masalah ini bemulai dengan padamnya listrik, dan kemunculan aneh mencurigakan terhadap lelaki
misterius pizza mania.
Ditunggu selanjutnya ya masih di chapter 4 bagian #2 nya. Mohon maaf, Misterius Pengantar Pizza updatenya sungguh-sungguh lama. Hehe.
Selamat Tahun baru 2019 btw, untuk pembaca blogger 😊
Komentar
Posting Komentar