MISTERIUS PENGANTAR PIZZA CHAPTER 4 "DETECTIVE LALA #2"
Didi pun, sudah mati oleh
lelaki misterius itu, kejadian tewasnya Didi saat kalian ber dua datang dari
pos kecil Kang Gugun. Kang gugun pun, sudah mati dari awal dan lestari teman
kita kemudian Didi. Medengar penjelasan Ratna, Nadias kini sangat emosional
takut, menagis dan histeris kebingungan. Sedangkan Julie yang sifatnya terlalu
jaga pamor, angkuh suka mencela langkah strategi kita dari awal ini, kini hanya
terdiam tidak seperti biasanya.
Langkah dan tugas
team pizza dan mania sedang berlangsung. Lala menduga ada keanehan dengan
kedatangan nya Julie dan Nadias. Disela langkah pecarian teknis dan bukti
lelaki misterius, Lala menghampiri Luwi. Dan adanya pembicaraan langkah khusus
dalam strategi ini. "Luw, sini sebentar". Lala menarik tangan Luwi. Luwi bingung
dan masih terdiam tidak bisa berbuat apa-apa karena, kepergian teman nya Didi.
"Ada apa La?"
"Gue mau bilang, tolong kita
fokus dalam strategi ini. Tolong kita harus bekerja sama untuk keluar dari
sini. Kita harus bertindak agar semua selamat dan bisa keluar dari sini".
Melihat ekspresi luwi yang terlarut kesedihan. Dengan tegas nya Lala memanggil Luwi. "Lu,
Luww.. Lu denger gue kan? Tolong kita berfikir kedepan, jangan hanya stack
dan berdiam saja kita harus selamat Luw".
Lala meyakinkan
dengan memberi sedikit motivasi untuk Luwi. "Ya.. iya Laaaaaaa.. ini gue kan,
jalanin semua perintah lu".
"Ya yang semangat dong !!". Genggaman tangan Luwi dan
Lala mengingat kisah lama mereka yang sempat mempunyai kisah cinta remaja yang
bahgia. Luwi menatap Lala dengan penuh berharap cinta mereka yang masih
terselip cerita masa lalu yang bahagia itu,
Luwi mulai berfikir dan terbuka jiwa semangatnya melihat mata Lala penuh
keyakinan oleh terselipnya cinta, bahwa kita harus selamat.
Luwi berkata dalam
hati :
La, hanya melihat ke dua mata indah kamu, mata dan hatiku
terbuka jiwa semangatku. Memiliki kamu, hati ku tidak akan pernah menyesal
sedikit pun. Aku kangen kamu La. Semua kangen aku tentang kamu, tolong jangan diperdebatkan
dengan keegoisan hati kamu, jangan usik kerinduan ku. Kini,aku hanya pantas
memiliki rindu yang terpendamdalam hati yang mencinta. Aku bersyukur, hanya
memandang wajah dan kedua mata kamu yang indah, seolah rindu tentang mu,
sedikit terbayar dalam hati. Aku rindu memiliki mu, dengan caramu yang dulu
mencintai ku.
"Luwiii.. woy..
Halloo..". Lala dengan tangan melambai tepat di depan wajah Luwi.
"Woy.. ya La? Sorry.. Sorry gue masih kepikiran Didi, Lu ada benarnya kita harus
bertindak, jangan pasrah dengan keadaan hanya terdiam di lingkaran misteri ini".
"Nah iya bagus !! kita mulai ya strategi khusus kita". Lala memulai dengan kertas
dan pulpen nya untuk memberi point penting malam ini.
"Mmmm La, kaya nya rambut
lu bikin ribet deh di kuncir dulu ya". Luwi sambil menghelai lembut rambut ikal
Lala.
"Oh". Perasaan Lala mulai menyentuh tatapan Luwi berubah seolah menjadi,
laki-laki yang pernah dimiliki nya. "Hmmm gak usah Luw, sini biar gue kucir
sendiri". Jawaban grogi Lala.
"Yaudah, masih belum berubah ya lu La.. Selalu
ribet dengan rambut, yaudah ayo mulai point nomer satu La".
"Ok. Ini points nya"
- Gue (Lala) pesan pizza mania untuk pemesanan delivery.
- Listrik padam sementara, di sela listrik padam yang pertama dan kita mencari Kang Gugun. Tidak lama kemudian, listrik padam kembali dengan seketika sampai sekarang.
- Di sela padam nya listrik, terdengar bahwa kang Gugun meninggal di dekat kolam teras depan.
- Ketika Berry, Didi dan Luwi mencari jalan keluar dan mencari lelaki misterius, mayat Lestari di atas lemari kamar depan utama.
- Lalu Didi. Didi mati di depan pintu garasi menuju basement. Pelaku meninggalkan pisau.
- Beberapa menit kemudian, datang Julie dan Nadias membawa pizza mania. Mereka mengaku, disuruh Didi mengambil pizza mania.
Susunan-susunan points kejadian malam ini sudah
dirangkai oleh Lala. Strategi pemecahan masalah segera di mulai. Point akan di
bahas sesuai kejadian malam ini.
Kecurigaan pada points malam ini yang selalu Lala
pertanyakan, pada points 5 dan 6. Dan pelaku selalu membunuh di area depan
teras sampai kamar utama saja. Baiklah, detective
Lala segera dimulai. Luwi mengusulkan ide, kalau Lala harus pindah ke team
mania, Ratna masuk di pizza. Luwi dan Ratna akan menayakan lebih mendalam
bersama Nadias, sedangkan Lala dan Berry menanyakan Julie. Setelah menanyakan
Julie dan Nadias mengenai pengambil pizza menjadi take away dan datang ke villa blackpink,
apa tujuan nya? Sampai terakhir percakapan dengan Didi.
ðŸ’ðŸ’ðŸ’
Lala pun, juga
menggambarkan sebuah proses skema kejadian pelaku pembunuhan misteri ini, yaitu
area teras depan sampai kamar utama. Kesimpulan pada strategi khusus Lala dan
Luwi adalah, pelaku misterius tidak akan berani menikam teman kita di area
tengah dan lantai atas. Kemungkinan pelaku juga berkaitan dengan teman kita di
sekitar sini. Adanya jalur penghubung dengan pelaku yang disebut pelaku kaki
tangan dari pelaku utama, sekitar villa blackpink.
Bukti asumsi pertama, pelaku mengetahui bahwa kita sedang memesan pizza dan
pelaku ingin meyamar sebagai karyawan pizza mania untuk meneror siswa THJ di
villa balckpink ini. Bukti asumsi
kedua pelaku meninggalkan pisau nya
pada kematian Didi saja. Pisau sudah diamankan dengan Lala.
Langkah petama, Lala
dan Ratna bertukar posisi team. Ratna bingung, kenapa adanya perpindahan begini.
"La, kenapa sih pindah-pindah?"Sebuah pertanyaan mencurigakan dari Rartna.
"Sstt.. Nanti Luwi yang jelasin". Suara bisik Lala.
"Okay guys ! Tugas di gantikan. Kita semua
mencari cara teknis dengan menemukan barang-barang bukti apapun yang kalian
temukan, agar bisa di deteksi sidik jari pelaku. Ini sebentar lagi menjelang
pagi, kita mudah-mudahan bisa keluar bersama, jadi jangan ataupun panik ya kita
keluar bersama tiga jam lagi. Ya silahkan kaka Ratna boleh menuju posisi nya ke ruang
tengah dekat balkon kolam renang ya". Pengumuman singkat dari Lala, yang cukup
terdengar sedikit melegakan.
Ratna pun, kini
bergabung bersama “team pizza” dan
segera menemui Luwi untuk mendengarkan penjelasan strategi khusus Lala. Luwi
pun dengan panjang lebar menjelaskan cara,points, skema dan tentang dua bukti
asumsi menurut Lala. Setelah mendengarkan penjelasan dari Luwi tentang adanya
points penting 5 dan 6, Ratna mulai memahami, dan secara langsung Ratna pun
mengatakan kalau ini semua, adalah pasti
ulah dari perbuatan Julie dan Nadias. Luwi sudah berfikir sama dengan Ratna
ketika Lala mempelajari dan memahami semua point atas malam ini, pasti ada
kaitan penting dari Julie atau pun Nadias. Kaitan dan tujuan apa maksut mereka
menghancurkan pesta kelulusan ini.
"Ok? Jelas kan Na".
"Iya
aku sudah jelas dan paham kenapa aku di pindah ke team ini. Ayo !! kita
langsung tanya ke Julie ! Mulut aku udah gatallll pengen nanya banyak.. Tangan
aku udah pengen melayang aja nih nampaar mukanya !!". Ketidaksabaran Ratna
menjadi panas dan emosi.
"Sabar-sabar Na pelan-pelan, kita harus menjebak Babu
(Nadias) nya dulu, untuk mendapatkan info penting dari nya". Secuil usul dari Luwi. "Kalau sudah terjebak
dengan jebakan dari Lala, baru Ratu sihir (Julie) kita tangkap secara frontal
dan kita paksa dia menjawab mau apa dia sebenarnya". Luwi yang mencoba
menenangkan Ratna.
"Okay !! Jadi tugas gue ngapain?" Tanya Ratna.
"Hmm gini, aku
berusaha mendekati Julie".
"TERUSSSS???" Sautan Ratna mendekat muka Luwi.
"Hm
sabar-sabar mbak.. Duh ! gini, kita akan mencar dari kelompok ini menjadi 2 dan
3 orang. Nah, aku sama Julie, kamu sama Arya dan Velly".
"Ya ! Aku nanti berduannnn, pegang tangan !! peluk-peluk Julie". Lawakan standard Luwi yang meledek Ratna. "Ya GAK LAH ! Aku akan menjebak pertanyaan berawal dari obrolan biasa. Seolah lagi nanya baik-baik ke Julie dan ketika mulai nyambung, enak di ajak ngobrol nya, baru deh akan ada pertayaan-pertanyaan menjebak dari aku. Gitu.. Yaudah ah jangan kebanyakan diskusi mulu, aku ke Julie ya". Ratna makin bertambah atas kecuriagan Julie dan seolah tidak rela Luwi mengobrol dengan Julie.
Thanks for reading. Mohon maaf bila ada kesalahan kata dan kalimat atau lain hal. karena kesalahan tersebut merupakan sebuah proses dari menulis. Hehee.
Berikut link Detective Lala part 1:
DETECTIVE LALA #1
Komentar
Posting Komentar