AWAL YANG SULIT #PART 1
Cerita
ini merupakan awal aktivitas gue yang "baru" mengenal bangun di pagi hari dan
lingkungan dalam situasi crowded nya pagi hari sebelum berangkat ngantor. Dan sebuah pemikiran
dalam proses perubahan pola dari diri gue dengan berusahanya bangun pagi. Awal yang
sulit, namun ini semua proses untuk terbiasa tidak menjadi sulit.
Pagi
hari merupakan awal untuk memulai segala aktivitas apa saja yang ingin kita
mulai melangkah. Beberapa kebiasaan buruk gue, salah satunya susah nya
bangun di pagi hari. Tahun 2019 ini, gue resign dari kantor gue yang lama. Di kantor
lama gue, masih bisa menikmati bebas nya berangkat siang ke kantor. Kebiasaan ini,
hanya untuk anak media musik aja ya yang kerja nya dikasih kebebasan, tapi kalo
udah ada event dan deadline rasanya seperti zombie yang di suntik faksin yang
harus dipaksa bekerja. Bayangin zombie kalau jalan saja sudah seperti apa? Terngantuk-ngantuk, tercape, termumet, terepot dan teeerr
pusing. Hehe jangan ditiru ya.
Baiklah,
pola dan aktivitas kejelekan gue bangun siang kali ini, gue akan merubahnya untuk menjadi selalu bangun pagi. Sepaginya aroma embun yang membasahi tumbuhan nan sejuk sebelum fajar menyinarkan hangatnya pada bumi dalam waktunya. Karena di
kantor sekarang saat ini, gue masuk di jam saat sibuk-sibuknya dengan bersamaan aktivitas
anak sekolah dan karyawan lain diluar sana. Ya anak sekolahan itu saingan gue. Kalau lagi di jalan kebanyakan bareng anak SMA. Gue pun, nampak sama seperti anak sekolahan.
Berangkat dari rumah pukul 06.45 Wib sampai rumah pukul 19.00 Wib. Berharap doa
gue untuk politik tahun ini adanya perubahan, suatu perubahan dimana anak
SMA/SMK di seluruh Indonesia masuk sekolah pukul 06.00 Wib. Ya itu harapan gue.
Kenapa? Agar mengurangi kemacetan di simpang jalan dan di pinggir jalan. Terutama,
saiangan di jalan raya yang berkendara berkurang di jam 07.00 pagi. Hmm.
Tips
and trick versi gue dalam memberantas pola kebiasaan buruk untuk bangun pagi, yang
pertama ialah berlatih displin dengan tidak menunda waktu mandi dan sarapan. Awal
yang sulit. Di hari pertama gue ngantor masuk pagi, gue suka banget menyepelekan
waktu. Ternyata waktu itu harus di hargai.
Ding
! Suara getaran dan bunyi dari hp gue. Terdengar samar mengantuk sambil menebak hati
kecil yang sungguh jelas itu chatting whatsapp dari teman menyenangkan buat gue.
Selalu chatting bangunin gue. Perasaan sungguh GR (Gede Rasa) Haha. Tapi entah, itu dia
bangunin yang lainnya juga atau emang niat baik hatinya yang selalu bangunin
gue. Meraba meja sekitar untuk mengambil hp dan melihat layar pada pesan whatsapp ya
memang darinya.
Pukul
04.48 Wib.
“Bangun
banguun. Sholat”
Sebuah
chatting darinya sedikit mengintip dengan mata terpejam dengan ngantuknya yang
ampun-ampunan dan gue abaikan sejenak untuk memanjakan mata kantuk gue ini untuk
tidur kembali. Gak berasa banget setibanya waktu terus berjalan dengan cepatnya
bergerak sudah menunjukan jam 05.35 Wib. Hp gue kembali berdering dengan getarannya.
“Bangun
Lan. Lu kesiangan ya?”
Kembalinya
gue meraba raba dengan segaris mata yang mengantuk dengan mengambil hp yang sudah
terjatuh di bawah kolong meja. Menekan tombol kecil sebelah kanan pada hp dan terlihat chatting darinya kembali dengan perasaan super syok ! sambil melihat jam, sudah menunjukan pukul setengah enam demi neptunuuuss di bikini battom, gue bangun terkejut. Dalam hati
berteriak sekeras kerasnya dengan perasaan mendumel kesal harus menjalani pola gue yang baru ini, dengan bangun pagi. Sekuat
tenaga dengan mata dan motorik gerakan lemas pada jemari, gue membalas chatting nya.
You know what guyss... Gue gak langsung mandi, gue langsung cek timeline
Twitter sambil meredahkan hati sedikit kesal untuk mandi di pagi hari. Scroll scroll scroll TL Twitter gue baca sambil
melihat DM dari warganet lainnya. Tanpa sadar lagi-lagi gue di buru waktu
dengan sendirinya. Selepas cek timeline
Twitter gue kembali cek wattpad gue yang semalem lagi asik bahas masalah cerita
dan penulisan lainnya bersama komunitas penulis-penulis di wattpad. Tik tok
masih asik scroll pada hp, alarm sesungguhnya pun, teedengar suara nyokap yang super bising dan membuat gue semakin malas.
“Mbaaak !! Mandi jam berapa
ini?”
Jawaban singkat gue yang sungguh malas diiringi ngantuk “Hm”.
Catatan utama yang terpenting saat ingin beraktivitas di pagi hari. Harus konsisten. Konsisten dalam waktu dengan cara menghargai waktu. Dan ingat selalu berusaha niat dalam diri kalau kita kerja dengan ikhlas yang membawakan rezeki untuk kita dan keluarga. Haha. Sok bijak ya. Tapi serius gue sebulan ini, sudah sedikit terbiasa bangun pagi. Proses sedang berjalan, walau kadang hati masih kesel sendiri harus mandi dalam kondisi mengantuk.
Pernah ya saking ngantuknya gue cuci muka pakai shampoo. Gue pikir facial foam. Baru sadar pas di muka licin banget, perih nya nyelekit di mata. Ckck! Huuftt.. Jangan di tiru ya.
Okay, cerita tips and trick yang ke dua versi gue ialah, selalu berpikir positif ubah cara pandang dari suatu keganjalan buruk di sekitar.
Gue lanjutin ceritanya di minggu depan ya. Masih ada cerita lucu kisah drama anak kereta yang disebut Anker. Dan masih ada lanjutan beberapa tips and trick yang gue alami dan sedikit berhasil untuk mengubah main set menjadi hal positif 😊
Terima kasih yang sudah membaca dan meluangkan waktu nya. Mohon maaf bila ada kesalah kata atau penulisan hal lainnya 😊
Sebagai, dukungan dan support nya.. Share link cerita ini ya Hehe.
Salam,
Pejuang Muda.
Komentar
Posting Komentar