PELUK
Celah misteri dalam kisahnya.
Menyumbang embun dalam aromanya segera tumbang.
Hati adalah musim silih berganti.
Peluk hatiku seperti musim mengikat semi dan alamnya.
Misteriku dalam kisahnya tetaplah utuh, sebagai sejarah yang berjalan paruh waktu.
Sebab, bagimu. Aku ialah kemarau yang membutuhkan hujan.
-wigis.
Komentar
Posting Komentar