BERDANSA RIA

Ku kenang hari-hari kemarin.

Saat perasaan pertama melihatmu dari sisi jauh ku menyapa. Di tempatnya orang-orang yang merasakan kehangatan saat mereka berbicara.

Ku tinggalkan pesan saat itu, dengan guyonan cerita hatiku padamu. Ku ceritakan hari-hariku yang penuh kebodohan.

Saat kebodohan itu, penuh cerita milik kita.
Ketika selaras dalam puisiku seperti ritme kebahagian yang sempurna.

Dan untuk pertama kalinya, pikiran dan perasaanku berdamai dengannya. Tanpa memikirkan hal yang ramai.

Berputar-putar dalam pikirku, seperti seorang yang merindu dengan hal kecerian dalam warnanya.
Warna yang menghiasi perasaan tiap sisinya.

Perasaan ini ingin bedansa ria dengannya, seakan kau berada di ruang hatiku.
Sungguh dalam ruang hati ini, aku kan berdansa ria denganmu tanpa memikirkan hal luka.

Jika seumpama, kita singkirkan kata bising hal buruk lainnya padaku.
Sungguh ku tak ingin berdansa ria jika tak bersamamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL YANG SULIT #PART 2

Film ; Kucing #3

Film ; Bicara rindu tak murah #5