Sini Sini #DudukDulu

"Semoga kita diberi kekuatan dengan menghadapi hal-hal kecil hingga besar, yang melukai kita. Coba, sini-sini duduk dulu."

Jangan tergesa gesa, Aku, Kamu dan Kita sedang berlomba dalam dunia harapan. Pada suatu hari, seorang pejuang meletakan cermin besar di dinding sudut kamarnya. Ia selalu bertanya, pada bayangannya melalui cermin. Apakah saya pernah bahagia?

Seorang pejuang, selalu mengoreksi dirinya sendiri di masa hal sulit, lelahnya kehidupan maupun kisah di masa lalunya. Perihal mengoreksi dan memperkbaiki diri,  ada baiknya kita memelihara rasa. Rasa syukur. 

Kita di izinkan bahagia meski banyak luka masalah dan salah, itu tak apa. Kita, kamu, aku dan seorang pelupa sekalipun. 

Seorang pejuang berkata, "Kamu boleh bahagia. Dan harus punya rasa bersyukur yang lebih." Seraya pejuang sambil menampilkan wajah senyum menawan di cerminnya.

Kehidupan dengan semesta drama bersenandung di dunia harapan sekalipun, tak akan pernah mengasihimu yang sedang patah hati. Pada dasarnya, kamu adalah raja oleh dirimu sendiri. 'Kamu' yang menguasai apa yang telah terjadi di hidupmu sendiri.

"Kamu terlalu rumit. Sini sini, duduk dulu." Ceritakan duniamu hari ini. Rehat sejenak, berpikir tentang kisah sedih atau cerita bahagiamu. Cerita tentang beranjaknya kepergian atau kembalinya kisah pilu, atau juga tentang kebahagianmu.

Bercerita tentang sebuah kebahagian dengan tidak melanjutkan hal-hal negatif. Tetap selalu positif dan bersyukur. Melanjutkan itu semua, dengan langkah kecil menuju cahaya ketenangan dari kisah pilu masa lalu, adalah kenangan diri. 

Kadang kamu perlu juga, untuk mempunyai sifat cuek dan bodoamat menghadapi dunia yang luas dan keras ini. Sosok darah pejuang perlu semangat dan belajar bangkit dari terpuruknya kisah. 

Perlu di ingat, sepertinya memang harus belajar lagi urusan berdoa tentang diri. Agar bisa hadapi rasa sakit dalam keterpurukan, bukan muluk agar dijauhkan dari rasa sakit. Agar hati merasa tidak apa-apa saat bersedih dan bukan bahagia selalu. "Sini sini, duduk dulu. Nikmati kopinya, pandangi secara luas tentang sosok pejuang ini."

Ini sebuah tulisan Narasi kecil  tentang 'kamu' dan sosok pejuang. Mari bertepuk tangan untuk kamu yang sudah semangat melangkah kecil, demi kecil. Mari bertepuk tangan untuk berusaha bangkit dari keterpurukan.


Terima Kasih sudah membaca tulisan saya. Mohon maaf apabila adanya kesalahan kata dan lain hal. Sangat berterima kasih ❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL YANG SULIT #PART 2

Film ; Kucing #3

Film ; Bicara rindu tak murah #5