Bintangku
Udara dingin, dan karat nama di hatiku
Kalbu membisik, "Apakah ini luka?"
"Iya lukaku di hati kini telah menjadi bintang"
Aku melihat pada musim, kita hilang kenangan
Hariku menghilang
Desember telah sirna,
Kita tak pernah melukiskan malam,
Kita selalu membuatnya diperhitungkan
Karena itu, bintang tidak pernah menjadi miliku
Berharap aku dapat merasakan hangatnya sinar bintang dalam namamu
Udara dingin, dan karat nama dihatiku
Meneguk sebotol wine dalam kehancuranku
Karena itu, bintang tak pernah menjadi miliku
Bagiku menginginkannya sudah cukup
Untuk hidup demi harapan cinta musim panas
Karena kamu, bukan miliku untuk di relakan.
Jakarta, 2020
wigis.
Komentar
Posting Komentar