ANAK MAGANG MENGENAL DUNIA KERJA #3

Pada suatu pagi. H-3 menjelang event yang akan diselenggarakan empat tempat sekligus. Dimana hari yang merupakan super sibuk sesibuk sibuknya, orang sibuk di Indonesia. Ringkih dan remuk, habis daya gue semakin hari semakin melemah.

Apa yang terjadi, ketika mendengar satu kata tentang anak magang? Yaitu kata, "MULTITASKING". Iya benar, babu yang mendadak menjadi multitasking. Saat itulah yang gue rasakan.

Teruntuk mahasiswa semester tua yang sedang menjalankan magang, rasakan dan nikmatkan lah wahai saudara ku. Bersabarlah, demi kepentingan dari sebuah nilai menjunjung langkah tugas akhir. Hanya saja, mencoba pasrah dan bersabar. Ikuti lah irama permaianan dari team leader itu. Nikmatin, ambil dan petik dari sejuta makna dan pengalaman yang berharga dari sebuah perusahaan itu penting. Kelak, merasakan guna nilai plus dari pengalaman magang untuk menjadi karyawan sesungguhnya. Sekian tips mini dari gue.

Pukul 06.20 Wib, Rumah Ka Sisy.

Terburu buru nan liar, untuk merapihkan tas gue dan menyiapkan cemilan extra untuk hari ini. Tiba di meja makan, kali ini meja makan tidak seramai santapan yang untuk di makan. Hanya ada roti tawar dengan jam strawberry kesukaan Kyran. Melihat pintu kamar Ka Sisy pun masih tertutup rapat, hanya terdengar suara air mengalir di kamar mandi nya. Sambil mendekat pintu, gue tempelkan telinga gue di pintu kamar Ka Sisy. Sekilas hening. Tanpa pikir panjan kali lebar, gue teriak depan pintu. "Kaaaa Siiiiisy.. Jalan duluan yaaaaa. Ada briefing jam 7 niiiiih". Teriak gue dengan mulut terisi penuh roti tawar. "Iyaaaa". Suara Ka Sisy dari dalam kamar mandi nya di kamar.

Hari ini, hari sibuk nya tim Marcomm IGG (merek internet fiber home by ind). menjelang event, tim kami biasa nya melakukan briefing pagi pukul 07.00 Wib. Kadang-kadang, gue sebagai anak magang suka di ajak briefing pagi, sampai terkantuk kantuk mata yang super lelah ini ingin memejamkan mata saat meeting di jam 7 pagi. Kadang gue suka berfikir, ini gue balik ke SMA atau apasih? Yang setiap jam 7 udah masuk. Pikiran anak bau kencur, yang belum paham betul tentang dunia kerja.

Pukul 06.56 gue tiba di kantor. Ruangan gue, masih sepi. Tim gue belum ada yang keliatan. Dengan inisiatif lebih maju, gue mencoba chatting Ka Aul dari tim devisi gue. Ka Aul ini, wanita gaul abissss, modis dan berambut panjang. Parasnya mudah tersenyum, selalu identik dengan kemenoran warna lipstick di bibirnya nya. Dan selalu standby dengan minyak wangi.

Ka Aul ini, membimbing gue selama gue magang berlangsung di PT IND. Kadang gue suka diajak Ka Aul ketemu client di luar, dan suka memberi pelajaran praktek secara langsung di hadapan client tentang memasarkan produk IGG. Tujuan nya untuk mengajak sebuah kerjasama sampai goal. Ka Aul ini, cara ber-marketing nya sudah level tinggi tingkat Nasional. Bukan tingkat kecamatan.
Cara dia menyapa client, cara dia menolak dan menjawab pertanyaan client seolah menutupi kekurangan produk, secara cepat nya Ka Aul merubah pola pikirnya dengan halus dan santun. Saluuuut sama Aul. 

Pinteeeeerrr banget ngomongnya. Tapi kadang gue suka curiga, Aul kalau selingkuh sama pacarnya pasti gak pernah ketahuan deh. Selingkuhnya berjalan lancar. Liat aja tuh cara ngomongnya, tingkah senyum nya seolah memberi energi positif dari sebuah kepercayaan. Belum lagi, bujukan maut yang santun dan halus seperti kain sutra merek korea baru di laundry.
Pukul 07.30 Wib tim gue belum ada yang datang. Normal nya sih, jam kantor masuk jam 8 pagi, selambat lambatnya jam 9. Gue mulai mengambil hp di tas gue. Gue cahtting Ka Aul.

"Oy Ka, meeting di ruang berapa?"

"Eh iyaaaa gue lupa chat lu, semalem di group chat karyawan di undur Lan.. Di undur jam 3. Mba Rita lagi cek tempat di kemayoran. Lu udah di kantor ya?"

"Hm. Kaaaabaaarin gue kkeeee" Jawaban gue super KZL pake BGT.

"Ya sorry Laaaan. Gini aja, lu mending sarapan dulu nanti jam 10 ikut gue" Balasan Ka Aul yang seenak jidat bapaknya.

"Y". Jawaban chatting gue dengan satu huruf, menandakan super emosi gue.

"Hahahaa" Jawaban tawa bahagia Ka Aul.

Jaga-jaga gue mengisi perut, dengan semangkok mi ayam di kantin kantor. Meja kantin nomor 7 
tempat favourite gue. Meja nomor 7 ini, posisinya mojok tepat di bawah kipas angin, gak terlalu terang oleh matahari. Persis di samping warung Dimsum.

Gak lama, mi ayam gue datang. Sambil mengaduk aduk mi dan ayam di mangkok terdengar suara dari kejauhan memanggil nama gue. "Laaaan.. Wulan".

Sebuah pemandangan dari kejauhan terlihat Rizki lelaki berkacamata, memakai kaos polos berwana hitam yang dilapisi kemeja flannel biru hitam yang tidak di kancing dengan rambut tipis disisir menyamping dan masih membawa tas nya. Sepertinya, dia baru datang dan langsung mampir ke kantin. Rizki menuju meja gue.

"Bang.. Mi ayam nya 1 bang, pake pangsit nya yang kering aja ya bang". Pesanan Rizki yang tidak memakai pangsit basah yang berisi baso kecil itu.

"Belum sarapan lu?". Tanya gue sambil mengaduk mi ayam.

"Gue emang kagak pernah sarapan Lan dari rumah. Selalu mampir ke kantin dulu".
Jawaban Rizki, sambil sibuk memainkan hp nya.

"Ohh.. ". Jawaban gue sambil meyeruput panjang mi ayam yang lezat dengan kaldu ayam ini. Gak lama kurang dari 2 menit, mi ayam Rizki sudah ada di meja. Rizki mengaduk ngaduk mi ayam nya dengan lemah dan asal dari tangan kanan nya, dan sambil sibuk melihat hp nya di tangan sebelah kiri.

"Udaaahhh.. Makan dulu, lu Riz".

"Iya ah gue makan dulu. Pusinggg gue Lan event sekaligus 4 tempat, kadang 24 jam gue plototin laptop gue". Kaget. Sampe tersedak batuk di tenggorakan, gue dengernya kalau Rizki juga ada event 4 tempat sekaligus.

"Minuumm.. Minummm.. Sampe keselek mi?? apa pangsit basah lu tuh? Denger gue kerja rodi. Kaget yak." Pertanyaan nyeleneh Rizki sambil mengocok ngocok botol saus. Tegukan dari sebotol air mineral gue minum, lega rasanya.

"Iya gue kaget. Hahaha gue juga.. Dimana lu? Apartment di kemayoran bukan?" Tanya gue, sambil mengambil tisu di meja.

"Iyaaaak.. Kok lu tau?? Gue disuruh ngecek kesetabilan waktu dan speed internet kalau ada calon pelanggan yang test timony". Jawaban excited Rizki mendengar kita sama sama mengadakan event di daerah kemayoran, sambil mengunyah penuh mi ayam di mulutnya.

"Hahaaha.. Gue di suruh2 macam babu yang super multitasking Riz.. Laporan acara, ngider ttd sana sini, nyusun merchandise, cek time line followers sosmed IGG, bantu teman grafis gue, ketemu client ngurus surat kontrak ini itu, nyusun kerangka promo dan acara bareng EO sampe laporan juga gueee. Banyak bangeeeeet deh pokok nya kalau di ceritain bisa sampe natalan kita. Bahkan!! Sampe beli cemilan kalau lagi meeting gue yang beli". Jawaban curhat panjang kali lebar kuadrat dari gue.

"Hahaha.... Samalah kita. Ciee serasi dong kita?". Sebuah tawa bahagia dan penuh canda yang gak banget dari Rizki. Suara getar di hp gue yang gue taro di meja terasa bergetar lama. Gue lihat dari layar hp gue, panggilan masuk dari Ka Aul. Dengan secepat kilat penuh reflek gue angkat.

"Hallo". Satu kata, pembuka dari gue.

"Dimana lu?? Buruuu ke gudang Marcomm. Ambilin tambahan merchandise 10 kantong lagi. Buru!! Gue tunggu di resepsionis 10 detik dari sekarang. Driver udah standby nih". Jawaban perintah dari Ka Aul yang menusuk otak gue seketika.Terburu buru gue lari menuju gudang. Pamitan dengan Rizki sekelibet pamitan aja langsung ngacir. Selesai gue bayar mi ayam, si Rizki ngikutin gue dari belakang menuju jalan arah ke gudang.

"Lu ngapaiiiin??" Tanya gue sambil jalan extra cepat.

"Gue bantuin bawa deh". Tawaran malaikat baik dari Rizki yang menusuk hati gue.
Tiba di gudang Marcomm lantai 3 di gedung gravity. Gedung gravity letaknya samping kantin persis tidak terlalu jauh. Dengan tawaran baik Rizki, bagai pahlawan yang kebetulan ada. Hehe. Rizki membantu membawakan beberapa tote bag merchandise. Lumayan masih rezeki. Lho?!! Haha.

Dengan tangan penuh bawaan tas dan barang lainnya. Gue tiba di lobby kantor depan resepsionis. Ka Aul sudah stand by di depan meja resepsionis melihat gue datang dari depan pintu masuk otomatis membawa beberapa barang bersama Rizki. Sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Ciiiee.. Siapa tuh". Ejekan Ka Aul yang kekanak kanakan.

"Gue duluan ke atas Lan". Bergerak dan buru buru Rizki menaruh tote bag diatas meja resepsionis.

"Eh tunggu lo sini.." Panggilan Ka Aul dengan tegas ke Rizki. Rizki menengok sambil tersenyum kecil dan menundukan kepalanya dengan sopan ke Aul, takut berurusan makin panjang dan banyak pertanyaan panjang kali lebar. Rizki pun, tak lama langsung balik kanan ngacciiiirr terbirit ke arah tangga. Si Rizki gak naik lift,  langsung ngacir secepat hewan cita melihat mangsa nya. Kasian juga dia, mungkin malu dan takut berurusan panjang dengan pertanyaan pertanyaan dari Aul. Tau sendiri kan? orang marketing kalau menanyakan sesuatu yang baru banginya, dan menjawab sekaligus banyak beranak lusin. Hehe.

Di mobil dalam perjalanan menuju ke lokasi event di daerah Kemayoran Jakarta. Firasat buruk gue, terjadi. Terjadinya interview mendadak di mobil bersama Ka Aul.

"Siapa tuh tadi? Lumayan tuh Lan".

"Oh. Teman. Dia magang juga, cuman di lantai 4." Jawaban penuh rasa males gue menjawab, sambil sibuk main hp.

"Ohh. orang IT dia? Hati hati Lan.. Di kantor suka banyak yang cinlok." Ejekan Ka Aul sambil sibuk menyisirkan poni rambut nya yang pendek.

"Hm". Hari ini, gue lagi pengen pelit ngomong.

Memasuki bulan berikut nya gue magang, babu super multitasking sudah merasuki jiwa gue, dan sudah sangat bersahabat. Dengan hati super legowo gue nerimanya dengan sebuah paksaan dan nilai berharga demi skripsi dan gelar S1 gue.

Yang suka briefing pekerjaan gue saat magang, ternyata teman akrabnya Ka Sisy. Namanya, Ka Risa jabatan nya sebagai Manager team Marcomm IGG by Ind. Ka Risa superrrr sibuk banget. Gak pernah ada di meja nya, seminggu hanya sekali, itu juga kalau meeting di kantor doang. Sisanya keluar kota. Makanya, selama Ka Risa gak pernah di kantor gue di bawah naungan nya Ka Aul. Siang hari pukul, 11.00 Wib gue sibuk sibuk nya mengurus brosur dan flyer akan di sebar di apartment Jakarta dan sekitarnya. Sibuk, meneliti barang di gudang dan menghitung berbagai brosur lainnya suara "Ssst.. Ssst.. Ssst". Suara menggangu kesibukan ini, gue melirik sedikit males ke depan meja gue.

"Eh.. Kamu sepupu nya Sisy ya? Kaya pernah liat." Seorang mbak mbak di depan meja gue, menanyakan hal yang sangat umum untuk gue dengar.

"Hehe. Iya Kak.. Di sosial media nya Ka Sisy mungkin". Jawaban gue sambil tersenyum simpul dikit dan merapihkan tumpukan beberapa brosur.

"Hmmm.. Iya iya di IG nya Sisy. Eh kamu, yang di Bazar juga kan??"

"Iya Kak.." Jurus jawaban andalan super singkat gue.

"Nanti mau makan siang di mana? Ikut ke Warung Babe yuk di TB simatupang bareng anak-anak yang lain. Kayanya Sisy ikut juga deh". Sebuh tawaran dari kaka yang duduk di depan gue.

"Hehe makasih Ka. Tadi Ka Sisy udah ngajak juga. Mau makan siang di kampus, Soalnnya nanti ada mata kuliah."

"Ohhh.. Masih kuliah, yahh masih unyu unyu polos ya lu.. Kencur banget ya. Hahaha."

"Haaaha". Sebuah tawa palsu gue. Sambil bergegas meninggalkan meja dan membawa beberapa tumpukan brosur.

Tiba di meja Ka Aul.

"Ka nih.. 50 untuk di Darmawangsa, 100 untuk di Kemayoran. Gue mau cabut izin ke kampus dulu."

"Iya makasih ya." Jawaban Ka Aul sambil sibuk mengetik ngetik laptopnya. Bergegas penuh semangat gue, meninggalkan kantor yang gue anggap sebagai rumah majikan yang sangat ber-Ilmu ini. Gak lama, Ka Aul manggil gue kembali "Laan". Hmm sebuah pertanda buruk nih. Sudah siap gue dengan tas dan kunci motor, tinggal ngaciiir juga. Huft. Dengan muka melas penuh tak ikhlas gue menghampiri meja Ka Aul.

"Yaaa.. Kenapa?". Tanya gue sambil menghela napas sembarang.

"Sekalian ke gedung gravity yak nih taro di meja nya pak Dikin. Dan sekalian tolong cek ke gudang dulu, mug buat merchandise di rak tinggal berapa. Nanti WA gue aja".

"Sekalian nya gak sekali lagi lu Ka.. Baru dua nih, soalnya beli 'sekalian' dua gratis satu." Sebuah tawaran nyeleneh dari gue sambil mengambil berkas.

"Mmm.. Okay Gratisan masih gue tunggu, untuk sekarang gue belum ambil gratisan nya. Dah sanaaa ntar lu telat. M A K A S I H yaaaaa... Adik ku.. Hahha." Semnyum yang di buat seolah manis, tapi terlihat senyum dan tawa jahat yang menyeramkan. Mati lah gue. Salah gue nawarin Ka Aul gratisan nya. Aaarggghhhhh...!! Kesal tercampur aduk dengan perasaan menyesal.

-Bersambung-

Hahahaha sampai sini aja dulu ya, lagi fokus editing MISTERIUS PENGANTAR PIZZA.
Terima kasih, yang sudah membaca cerita-cerita di blog gue. Mohon maaf, bila terjadinya kesalahan kata dan lain hal.

Semangattt ya, buat yang lagi magang. Inget inget aja tips mini dari gue. Hahaha. 

Thanks,
Salam pejuang muda. 

Link part 1
 
Link part 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL YANG SULIT #PART 2

Film ; Kucing #3

Film ; Bicara rindu tak murah #5